Mengapa ada sekolah yang begitu banjir peminat? Ini sebabnya
- Sekolah mampu menjaga kepercayaan orang tua siswa terutama dari
aspek keuangan. Aspek keuangan adalah hal yang paling penting karena
orang tua mengukur lari kemana uang pangkal atau uang SPP yang
dibayarkan. Apakah kembali pada anaknya dalam bentuk pelayanan yang
terbaik yang mengutamakan siswa atau berlalu begitu-begitu saja. Orang
tua siswa akan mengukur seberapa sekolah sudah menjadi amanah dengan
kemampuan analisa masing-masing. Jika sekolah gagal mencapai apa yang
disebut analisa kasar terhadap seberapa yang dibayarkan dan yang kembali
kepada siswa dalam bentuk pelayanan, maka sekolah mesti bersiap panen
complain dari orang tua siswa. Indikator yang bisa dilihat adalah
pelayanan fisik dan non fisik yang terus ditingkatkan. Sekolah
memperbaharui fasilitas fisiknya di setiap libur sekolah dan mau
mendengar jika ada masukan orang tua siswa secara langsung atau lewat
lembaga yang sudah ditunjuk. Soal keuangan ini sangat sensitif karena
banyak pemilik sekolah yang ingin segera cepat impas (break even point)
dan ingin segera untung, padahal prinsipnya sederhana saja jika 10 tahun
pertama sekolah itu amanah dan dapat dipercaya maka orang tua siswa
akan berduyun-duyun datang menyekolahkan anaknya. Bahkan sekolah sampai
harus menolak siswa. dan para guru kreatif.
- Sekolah punya pengelolaan komunikasi yang baik kepada orang tua siswa. Sekolah tampil sebagai lembaga yang berwibawa. Ada lembaga dewan sekolah, ada lembaga persatuan orang tua murid dan guru, ada perwakilan komite setiap kelas yang siap menampung apa saja yang menjadi kepedulian orang tua siswa. Sekolah berkomunikasi dengan jalur-jalur resmi yang baik, jelas dan terukur secara online maupun offline, secara tertulis maupun secara lisan. Orang tua siswa tidak dibuat bingung karena garis komunikasi sekolah jelas dan menggunakan bahasa yang dipertimbangkan masak-masak sebelum disampaikan pada siswa. Sekolah yang bertipe seprti ini akan terhindar dari konflik yang tidak perlu. Konflik yang saya maksud adalah konflik orang tua yang vokal menyuarakan keluhan karena saat yang sama orang tua dididik untuk mau menyalurkan pendapatnya lewat organisasi resmi dan bersedia menerima apapun hal yang sudah menjadi keputusan, sepanjang keputusannya diputuskan lewat lembaga resmi yang dibentuk oleh sekolah.
- Sekolah memanusiakan guru-gurunya. Banyak pemilik sekolah swasta yang berasal dari bidang bisnis lain yang kemudian tergerak hatinya untuk membuat sekolah. Para individu pemilik sekolah punya gaya masing-masing dalam mengelola sumber daya manusianya, ada yang semata menganggap guru-guru yang mengajar di sekolahnya sebagai buruh yang mesti bekerja secara fisik dan kasat mata. Tipe pemilik seperti ini biasanya tegas dan keras saat menghukum (bahkan dengan potongan gaji) bagi setiap kesalahan dan pada saat yang sama menginginkan guru bekerja keras dengan sempurna dan sebaik-baiknya. Ada juga tipe pemilik sekolah yang menganggap guru dan memanusiakannya sebagai mitra memajukan sekolah dan bukan sekedar alat pencari keuntungan. Nuansa pembinaan kepada guru pun bernuansa ‘coaching’ yang membesarkan potensi dan menghargai kesalahan sebagai upaya untuk belajar untuk bisa semakin baik di masa depan. Guru dilatih agar mampu bekerja dengan professional dan dihargai secara financial (tergantung kemampuan sekolah). Saat yang sama diberikan pengarahan jika lakukan kesalahan. Jika orang tua siswa merasa bahwa guru anaknya dimanusiakan maka ia akan senang hati menyekolahkan anaknya disitu dan bahkan merekomendasikannya pada orang lain (kerabat dan saudara)
Sekolah pandai mengatur penyelenggaraan aspek akademis dan non
akademis selama satu tahun ajaran. Orang tua siswa akan berpikir ulang
untuk menyekolahkan anaknya ditempat yang suasana pembelajarannya masih
sama seperti ia sekolah dulu (banyak hapalan atau guru yang otoriter)
atau bahkan sebaliknya sekolah akan begitu saja mengiyakan keinginan
orang tua yang masih ‘kolot’ cara pandangnya, misalnya mengukur segala
sesuatu dari nilai angka. Seperti yang sudah saya tulis di awal, saatnya
sekolah percaya diri bahwa visi misi sekolahnya lah yang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar